Lagu untuk Gaza

January 28, 2009

Lagu untuk Gaza

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi di Gaza, musisi asal Amerika menciptakan lagu untuk rakyat Palestina.

Di pengujung Desember 2008, Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza, Palestina, hingga menyebabkan setidaknya 155 warga Palestina tewas. Asap mengepul dari bangunan yang digempur pesawat Angkatan Udara Israel. Kepanikan menyergap warga di jalan-jalan.

Itulah “awal” agresi Israel ke Jalur Gaza belakangan ini. Hingga 23 Januari 2009, pertempuran antara Israel dan Hamas itu menewaskan sekitar 1.300 penduduk Gaza dan melukai 5.450 lainnya. Korban sebagian besar warga sipil, termasuk 437 anak-anak di bawah 16 tahun, 110 perempuan, dan 123 orang berusia lanjut, serta 14 tenaga medis dan 4 wartawan. Adapun di pihak Israel, 3 warga sipil meninggal dan 10 tentara tewas.

Keadaan ini membuat warga dunia bersimpati. Gelombang protes menentang aksi agresi Israel merebak di mana-mana. Sumbangan uang, obat-obatan, dan makanan dikumpulkan oleh orang-orang yang peduli kepada rakyat Palestina.

Keadaan ini juga yang membuat Michael Heart peduli. Michael Heart? Siapa dia?

Michael Heart adalah musisi asal Los Angeles, Amerika Serikat. Dia marah atas agresi Israel ke Jalur Gaza, yang membuat jatuh banyak korban. Dia juga terharu karena korban agresi itu kebanyakan anak-anak dan kaum ibu. Sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi di Gaza, Heart menciptakan sebuah lagu. We Will Not Go Down (Song For Gaza), lagu ciptaannya, menggambarkan bagaimana kebiadaban Zionis Israel di Jalur Gaza.

Michael Heart lahir di Suriah. Kehidupannya sangat berwarna. Dia hidup dan besar di berbagai negara, seperti di Swiss dan Austria, serta Timur Tengah. Heart belajar bermain piano dan gitar pada usia 10 tahun. Ia mulai menulis lagu dan sempat melakukan rekaman setelah menyelesaikan pendidikan dari Full Sail (sekolah rekaman). Sejak 1990, ia menetap di Los Angeles, Amerika Serikat.

Heart bekerja di studio lokal sebagai recording engineer untuk artis terkenal, seperti Brandy, Will Smith, Toto, Natalie Cole, The Temptations, Phil Collins, Patty LaBelle, dan The Pointer Sisters. Ia juga lancar berbahasa Prancis sehingga bisa dimudahkan dalam bekerja di studio bersama artis-artis Prancis, seperti Calogero (The Charts), Marc Lavoine, dan Veronique Sanson.

Sebenarnya Heart pernah merilis album pop/rock yang bertajuk Unsolicited Material pada Maret 2008. Namun, ia semakin dikenal banyak orang sejak menciptakan We Will Not Go Down (Song For Gaza). Lagu ini banyak diputar oleh stasiun televisi, seperti di Indonesia, tatkala mereka menyiarkan berita atau liputan soal Jalur Gaza.

Awalnya pria yang bernama asli Annas Allaf ini berencana menjual CD lagunya itu dan hasil penjualannya akan ia donasikan untuk kepentingan amal kemanusiaan buat penduduk Gaza. Namun, karena merasa kesulitan jika harus mendonasikan hasil penjualan albumnya sendiri, akhirnya Heart memutuskan semua orang bisa mengunduh lagu itu gratis dari situsnya, www.michaelheart.com.

Heart berharap, setelah mendengarkan lagu itu, hati orang-orang akan tergerak untuk membantu rakyat Palestina di Gaza dengan mendonasikan uang ke lembaga-lembaga kemanusiaan yang ada atau organisasi yang didedikasikan untuk meringankan penderitaan mereka.

Sebagai musisi, Heart sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada dia atas lagu tersebut. Ia berharap kepada setiap orang yang masih mempunyai hati nurani untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dan membantu mereka walau hanya dengan doa.

Dan Michael Heart membantu rakyat Palestina dengan lagunya:

We Will Not Go Down”

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight….

~ APF | SKYNEWS | BERBAGAI SUMBER | IYAN BASTIAN